Home
Artikel 94 - Kacaknya Nabi Kita
Artikel 93 - Anda Cintakan Nabi?
Artikel 92 - Insan Terbaik Di Dunia
Artikel 91 - MENCARI HAJI MABRUR
Artikel 90 - KEWAJIPAN MENUNAIKAN HAJI
Artikel 89 - SEJARAH DAN PERISTIWA HAJI
Artikel 88 - Kelebihan Mengerjakan Umrah
Artikel 87 - Umrah Pengukuh Iman
Artikel 86 - Cara Rasulullah SAW Menyambut Hari Raya Eidul Fitri
Artikel 85 - Keistimewaan Beribadah Di Bulan Ramadan & Kewajipan Membayar Zakat Fitrah
Artikel 84 - Hukumnya Berpuasa
Artikel 83 - Hikmahnya Berpuasa
Artikel 82 - Bulan Ramadan Al Mubarak
Artikel 81 - Harta Umat Nabi Muhammad SAW (Siri 8)
Artikel 80 - Harta Umat Nab Muhammad SAW (Siri 7)
Artikel 79 - Harta Umat Nabi Muhammad SAW (Siri 6)
Artikel 78 - Harta Umat Nabi Muhammad SAW (Siri 5)
Artikel 77 - Harta Umat Nabi Muhammad SAW (Siri 4)
Article 76- Harta Umat Islam (Siri 3)
Artikel 75 - Harta Umat Nabi Muhammad SAW (Siri 2)
Artikel 74 - Harta Umat Nabi Muhammad SAW
Artikel 73 - Adab-Adab Bergurau Senda
Artikel 72 - Ziarah Diri Menjelang Tahun Baru Masihi
Artikel 71 - Sambutan hari Krismas Buat Seorang Muslim
Artikel 70 - Menziarahi Orang Sakit
Artikel 69 - Akhlak yang Mulia
Artikel 68 - Panggilan Allah SWT
Artikel 67 - Akhlak Islamiyyah
Artikel 66 - Wasiat Rasulullah SAW Untuk Wanita
Article 65 - Khasiat Buah-Buahan Di Dalam Al Quran
Artikel 64 - Buah-Buahan Dalam Al Quran
Artikel 63 - Kekalkan Semangat Ramadan
Artikel 62 - Itikaf di Rumah Allah
Artikel 61 - Muslim Yang Baik Adalah Rakyat Yang Baik
Artikel 60 - Sifat Puasa Baginda Nabi Muhammad S.A.W
Artikel 59 - Ilmu Dari Perspektif Islam dan Barat
Artikel 58 - Pengurusan Marah Dalam Islam
Artikel 57 - Marah yang Hakiki Dari Sudut Pandang Islam
Artikel 56 - Hormat Menghormati Antara Satu Sama Lain
Artikel 55 - Penghargaan Terbaik Buat Ibu Bapa
Artikel 54 - Ketenangan Jiwa
Artikel 53 - Mengingati Kematian
Artikel 52 - Ukhuwah Islamiyah
Artikel 51 - Keistimewaan Hari Jumaat
Artikel 50 - Sifat Wuduk Rasulullah SAW
Artikel 49 - Ganjaran Memelihara Anak Yatim
Artikel 48 - Kelebihan Solat Subuh
Artikel 47 - Kedudukan Selawat Dalam Islam
Artikel 46 - Kelebihan Bulan Rabiulawal
Artikel 45 - Sifat Solat Nabi SAW
Artikel 44 - Petua Khusyuk Dalam Solat
Artikel 43 - Solat lambang Keteguhan Iman
Artikel 42 - Menjadi Muslim yang Proaktif
Artikel 41 - Peranan Ilmu dalam Kehidupan Seorang Muslim
Artikel 40 - Kelebihan Bulan Muharram
Artikel 39 - Peranan Wanita Dalam Peristiwa Hijrah
Artikel 38 - Rahsia Hijrah Nabi Muhammad SAW
Artikel 37 - Doa Akhir Tahun 1432H & Awal Tahun 1433H
Artikel 36 - Kelebihan Ayat Seribu Dinar
Artikel 35 - Mengenal Ibadah Haji
Artikel 34 - Menyambut Hari Raya Eidul Adha
Artikel 33 - Kelebihan Bulan Zulkaedah dan Bulan Zulhijjah
Artikel 32- Mengenal Hak-Hak dan Kewajipan Bersaudara (Bhg 5)
Artikel 31 - Mengenal Hak-Hak dan Kewajipan Bersaudara (Bhg 4)
Artikel 30- Mengenal Hak-Hak dan kewajipan Bersaudara (Bhg 3)
Artikel 29 - Mengenal Hak-Hak Dan Kewajipan Bersaudara (Bhg 2)
Artikel 28 - Mengenal Hak-Hak dan kewajipan Bersaudara (Bhg 1)
Artikel 27 - Bersilaturrahim Mengeratkan Persaudaraan
Artikel 26- Meraih Hasil Madrasah Ramadan
Artikel 25 - Keistimewaan Bulan Syawal
Artikel 24 - Syawal Bulan Kemenangan
Artikel 23- Mukmin Sejati Itu Dermawan (Bhg2)
Article 22 - Mukmin Sejati itu Dermawan (Bhg 1)
Artikel 21 - Lailatul Qadar Malam Penuh Rahsia
Artikel 20 - Ibadah Puasa Dari Perspektif Syarak
Artikel 19 - Adab-Adab Di Bulan Ramadan
Artikel 18 - Ramadan Bulan Mulia
Artikel 17 - Keistimewaan Bulan Syaaban
Artikel 16 - Menjadi Pasangan Mithali
Artikel 15 - Amanah Tanggungjawab Kita
Artikel 14 - Rejab Bulan Allah
Artikel 13 - Prinsip Islam Terhadap Anak Yatim
Article 12 - Pengurusan Masa Dalam Islam
 
Artikel 11 - Menjaga Kebersihan itu Wajib
Artikel 10 - Ayat-Ayat Motivasi Dalam AlQuran Bhg 2
Artikel 9 - Ayat-Ayat Motivasi Dalam Quran
Artikel 8 - Mencontohi Akhlak Mulia Nabi Ibrahim a.s.
Artikel 7 - Anak-Anak Saham Akhirat
Artikel 6 - Penceraian Bukan Penyelesaian
Artikel 5 - Kesihatan itu Nikmat
Artikel 4 - Bencana Dari Kacamata Islam
Artikel 3 - Perpaduan Demi Kejayaan
Artikel 2 - Pernikahan Menjaga Kesucian
Artikel 1 - Mari Sama-Sama Kita Berselawat
Publications
 

Salam Ukhuwwah!

Bersilaturrahmi Mengerat Persaudaraan

Segala puji bagi Allah SWT yang menjadikan kita makhluk yang saling memerlukan antara satu sama lain, selawat dan salam ke atas junjungan besar Nabi Muhammad SAW yang telah mengajar dan memberi contoh kesatuan yang nyata sesama manusia dan makhluk-makhluk Allah yang lain sehingga kita menjadi umat yang teguh.

 Berfirman Allah SWT di dalam surah Al Hujurat ayat 10:
“Sebenarnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara, maka damaikanlah di antara dua saudara kamu (yang bertelingkah) itu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beroleh rahmat.”

Ayat di atas ini jelas menunjukkan persaudaraan orang-orang yang beriman hatta jika mereka bertelingkah, sewajarnya kita damaikan sehingga mereka kembali berlapang dada dan bersaudara. InsyaAllah yang sedemikian mendatangkan rahmah dan mengukuhkan ketakwaan bagi orang-orang Mukmin yang bertakwa.

Makna Silaturrahim
Adapun ayat di atas ini membawa kita kepada salah satu kewajipan bersaudara iaitu dengan mengeratkan silaturrahim. Silatu membawa maksud hubungan atau menghubungkan sedangkan Rahim bererti lembut dan kasih sayang. Rahim juga membawa erti tempat peranakan yang bermaksud adanya pertalian darah atau persaudaraan. Jesteru, Silaturahim ialah jalinan kasih sayang sesama keluarga dan saudara mara manakala dari perspektif yang lebih luas merangkumi saudara seIslam.

Terdapat pelbagai dalil dari alQuran dan sunnah yang menekankan peri pentingnya bersaudara:
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu” (An-Nisa`:1)

Bersabda Rasulullah SAW: “Dibuka pintu-pintu syurga pada hari Isnin dan Khamis, setiap orang yang tidak mempersekutukan Allah SWT dengan sesuatu apapun akan diampuni kecuali seseorang yang sedang dalam pemusuhan dengan saudaranya. Dikatakan: Tangguhkanlah keduanya sehingga mereka mahu berdamai. Tangguhkanlah keduanya sehingga mereka mahu berdamai. Tangguhkanlah keduanya sehingga mereka mahu berdamai.” (Hadis Riwayat Muslim)

Lebih tepat lagi, bersilaturrahmi bukan sahaja membalas kunjungan saudara yang lain atau menghubungi yang memang sudah biasa dengan kita, ia mencakupi proses aktif untuk menyambungkan hubungan yang telah terputus atau memulihkan hubungan yang telah rosak. Bersabda Rasulullah SAW: “Yang disebut bersilaturrahmi itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian melainkan bersilaturahmi itu ialah menyambung apa yang telah putus.” (Hadis Riwayat Bukhari)

Dalam hal ini, mengeratkan silaturrahim memerlukan satu usaha yang berterusan, keikhlasan yang mendalam untuk membaiki hubungan dan rasa saling memerlukan, saling menyayangi dan saling bertimbang rasa. Tidak hairanlah mengapa ganjaran mereka yang berjaya begitu besar.

Kita sedia maklum banyaknya manfaat bersatu hati yang dapat kita kecapi dengan mengeratkan tali persaudaraan. Selain merupakan ibadah dan amalan yang dituntut dari setiap Muslim, bersilaturrahmi mengelak pergeseran, merapatkan jalinan yang terputus, mendamaikan perselisihan, menambah kemesraan, memanjangkan umur, menambah kehormatan, memperoleh keberkatan rezeki dan lain-lain lagi sesuai hadis Rasulullah SAW: "Mahukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada solat dan saum?" tanya Rasul pada para sahabat. "Tentu saja," jawab mereka. Beliau kemudian menjelaskan, "Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menghubungkan berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan tali persaudaraan di antara mereka adalah amal soleh yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturahmi" (HR Bukhari Muslim). 

Cara Menjalinkan Ukhuwwah
Terdapat pelbagai cara untuk menghubungkan antara satu sama lain antaranya mengutus surat, bertanya khabar ketika berjauhan, bersua muka, mengutus senyuman dan bersalam-salaman, bertukar-tukar hadiah, memberi apa yang kamu sukai, ziarah menziarahi khususnya ketika sakit atau setelah lama menghilang, senang memberi, melepaskan saudara dari kesusahan dan sebagainya sesuai sabda Rasulullah SAW: "Tiada beriman seorang kamu hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya." (Riwayat Bukhari & Muslim).

Abu Hurairah RA berkata: Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda:  “Hak seorang Muslim ke atas Muslim (yang lain) ada lima perkara, iaitu menjawab salam, menziarahi orang yang sakit,  mengiringi jenazah, menjawab (menghadiri) undangan dan mendoakan orang bersin.” (Hadis Riwayat al-Bukhari)

Dengan tali persaudaraan yang terjalin ini, kehidupan akan menjadi sangat harmonis dan umat Islam dapat segera menumpukan perhatian kepada masaalah sejagat dari pertelingkahan dan persoalan hati sesama individu Muslim.

Amalan-Amalan yang Membunuh Persaudaraan dan Menyemai Kebencian
Walaubagaimanapun, terdapat beberapa jenis ‘kuman’ yang dapat menghancurkan erti sebenar kehidupan seorang Muslim ini dan ia adalah amalan-amalan yang merosakkan hubungan sesama manusia. Berkali-kali disebutkan di dalam Al Quran dan hadis perihal ‘kuman-kuman’ yang diharamkan serta ditegah Allah SWT ke atas umat Islam kerana ia dapat merosakkan hubungan sesama manusia, memutuskan tali persaudaraan dan sekaligus mendatangkan dosa besar. Ia juga dikenali sebagai sifat-sifat mazmumah yang wajib kita hindari:

1. Adanya sifat hasad dengki dan berprasangka buruk antara satu sama lain
Bersabda Rasulullah SAW: "Berhati-hatilah kalian terhadap prasangka, sebab prasangka itu sedusta-dustanya cerita. Jangan pula menyelidiki, mematai-matai dan menjerumuskan orang lain. Dan janganlah saling menghasut, saling membenci, dan saling membelakangi. Jadilah kalian sebagai hamba Allah yang bersaudara" (HR Bukhari Muslim).

2. Mengumpat dan mengata di belakang mereka
Berfirman Allah SWT di dalam surah al Hujurat ayat 11-12: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah sesuatu puak (dari kaum lelaki) mencemuh dan merendah-rendahkan puak lelaki yang lain, (kerana) harus puak yang dicemuhkan itu lebih baik daripada mereka dan janganlah pula sesuatu puak dari kaum perempuan mencemuh dan merendah-rendahkan puak perempuan yang lain, (kerana) harus puak yang dicemuhkan itu lebih baik daripada mereka dan janganlah setengah kamu menyatakan keaiban setengahnya yang lain dan janganlah pula kamu panggil-memanggil antara satu dengan yang lain dengan gelaran yang buruk. (Larangan-larangan yang tersebut menyebabkan orang yang melakukannya menjadi fasik, maka) amatlah buruknya sebutan nama fasik (kepada seseorang) sesudah dia beriman dan (ingatlah), sesiapa yang tidak bertaubat (daripada perbuatan fasiknya) maka merekalah orang-orang yang zalim. (11)
 
Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari sangkaan (supaya kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang) kerana sesungguhnya sebahagian dari sangkaan itu adalah dosa dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan keaiban orang dan janganlah setengah kamu mengumpat setengahnya yang lain. Adakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? (Jika demikian keadaan mengumpat) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh itu, patuhilah larangan-larangan yang tersebut) dan bertakwalah kamu kepada Allah; sesungguhnya Allah Penerima taubat, lagi Maha mengasihani.” (12)

3. Mengeji dan mengutuk
Rasulullah SAW juga bersabda bermaksud: "Bukanlah dia seorang Mukmin (jika) dia suka menuduh, suka melaknat, bercakap kotor dan keji." (Hadis riwayat at-Tirmizi)

4. Menjatuhkan maruah dan air mukanya di khalayak ramai kerana ini termasuk menzaliminya
Bersabda Rasulullah SAW: “Takwa itu di sini, takwa itu di sini.Baginda melakukan isyarat dengan menunjukkan ke arah dadanya. Cukuplah seseorang dari keburukan apabila dia merendahkan saudaranya sesama Muslim. Setiap Muslim terhadap Muslim yang lain, haram darahnya, kehormatan dan hartanya. Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh-badan kalian, tidak pula kepada rupa-paras kalian akan tetapi ia melihat kepada hati dan amalan kalian.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

5. Menjadi batu api kepada pertelingkahan saudara sendiri
Rasulullah ditanya mengenai kelakuan yang paling banyak memasukkan seseorang ke dalam syurga. Jawab Baginda: "Takwa kepada Allah dan keindahan akhlak." Ketika Baginda ditanya apakah yang paling banyak memasukkan orang ke dalam neraka? Baginda menjawab: "Kejahatan mulut dan kemaluan."

Sebaliknya, kita digalakkan berdiam bila perlu. Rasulullah SAW bersabda: "Sesiapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, maka hendaklah dia mengucapkan perkataan yang baik dan kalau tidak, hendaklah diam." (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).

Ancaman Terhadap Mereka yang Memutuskan Silaturrahim
Terdapat ancaman terhadap mereka yang sengaja memutuskan silaturrahim. Bersabda Rasulullah SAW:
"Sesungguhnya rahmat Allah SWT tidak akan turun kepada suatu kaum yang didalamya ada orang yang memutuskan tali persaudaraan".

Alhamdulillah dengan kedatangan bulan Ramadan disusuli nikmat kemenangan di bulan Syawal sehingga tidak lama lagi tibalah bulan Zulhijjah, kemesraan dan jalinan ukhuwwah antara kita dan ahli keluarga baik yang tua mahupun yang muda, saudara mara, sahabat handai dan rakan-rakan sekelian InsyaAllah seharusnya terbentuk dengan baik dan terjaga seiring peningkatan iman.

Sama-sama kita akhiri artikel kali ini dengan menghayati maksud firman Allah SWT: “Berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali Allah (agama Islam) dan janganlah kamu bercerai-berai; dan kenanglah nikmat Allah kepada kamu ketika kamu bermusuh-musuhan (semasa jahiliah dahulu), lalu Allah menyatukan di antara hati kamu (sehingga kamu bersatu padu dengan nikmat Islam), maka menjadilah kamu dengan nikmat Allah itu orang Islam yang bersaudara.  Dan kamu dahulu telah berada di tepi jurang neraka (semasa kekufuran kamu semasa jahiliah), lalu Allah selamatkan kamu dari neraka itu (disebabkan nikmat Islam juga). Demikianlah Allah menjelaskan kepada kamu ayat-ayat keterangan-Nya, supaya kamu mendapat petunjuk hidayah.” (Surah Al-Imran Ayat103)

Semoga kita mendapat rahmah dan maghfirah Allah SWT serta kebaikan dengan jalinan yang baik sesama manusia. Amin.

Wabillahi Taufik Wal Hidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Ditulis oleh:
Ustazah Azeemah Mustafa, BA (Hons) Pengajian Islam (Perbandingan Agama), MA Sains Kemanusiaan (Komunikasi Massa), Universiti Islam Antarabangsa Malaysia.

Ustaz Rafiuddin Ismail, BA Syariah, Universiti Al Azhar, Mesir.

© Copyright 2011-2012 Jamiyah Singapore - Jamiyah Education Centre. All rights reserved.